Satu waktu dan satu waktu



Ada satu sahabat nabi yang namanya Hanzalah. Pernah satu hari Abu Bakr mendengar Hanzalah berkata : "Hanzalah ini munafiq. Hanzalah ini munafiq" Dia menuduh dirnya munafiq.

Bila ditanya mengapa. Jawabnya "Keadaan aku tidak sama ketika aku bersama dengan isteri dan anakku dengan ketika aku bersama dengan Rasulullah". Tambahnya lagi "Kalau bersama dengan Rasulullah, aku dapat merasakan seolah olah syurga (akhirat) itu sangat dekat. Alangkah munafiknya aku"

Maka dibawa lah Hanzalah bertemu dengan Rasulullah. Apabila saja Rasulullah tahu tentang kesedihan Hanzalah ini, apa kata Rasulullah?

"Jika keadaan kamu, wahai Hanzalah adalah sama sentiasa seperti kamu berada bersama aku, maka malaikat pasti akan memberi salam (baca : mendoakan) pada kamu ke mana saja kamu pergi. Tetapi, Hanzalah.. Satu waktu dan satu waktu"


Ya, satu waktu dan satu waktu.

Kata ulama ;
Ada waktu khas untuk Allah. Ada waktu untuk memikir tentang kamu. Ada waktu untuk fikir tetang ciptaan Allah. Ada waktu untuk mengusahahakn makan minum kamu"

Ya, harus bijak susun masa.
Masa akan tinggalkan kita detik demi detik.
Tanpa pernah berputar secara terbalik.
Tidak akan pernah terulang masa yang sudah dibuang/terbuang.

Jangan menyesal dengan apa yang kita tidak dapat buat.
Tapi terus manfaatkan masa yang Allah masih pinjamkan untuk berbuat.

P.s Dan jangan ulang salah yang sama. Perbetulkan duhai.


Comments

Popular posts from this blog

Cant hold my tears

Kita kuat kan?

Struggling