“Zaujah kamu itu,sahabatku.”
Buat Khaulah Norazam yang selalu dirindui.. Bismillah. Rasanya tidak pernah sempurna tulisan mengganti jasad yang tidak mampu hadir ke hari berbahagia sahabatnya. Namun, walau ia tidak sempurna, sekurangnya ada. Tanda aku beringat selalu pada kamu, Khaulah. Sungguh mengenalimu, hadiah terindah yang pernah ku punya, khaulah. Kamu datang dalam aku tidak menginginkan. “Khaulah, kita tak pernah pun ada niat nak rapat dengan khaulah. Tak rasa apa apa connection pun untuk terlalu rapat. Tapi, khaulah selalu ada, ya selalu ada walaupun kita nih tidak ada apa apa untuk beri sesuatu dalam persahabatan kita, tapi khaulah selalu hadir waktu kita memerlukan teman. Duduk sekelas dalam dua tahun. Rasanya, kita macam selalu kecilkan hati khaulah. Percayalah ia tanpa sengaja. Ya, tanpa sengaja. Khaulah sangat bagus. Tiada ragu. Ya, tiada ragu dalam itu. Ketika mana khaulah mula cerita tentang tarbiyah pada kita waktu kita Tingkatan Dua dulu, kita tak rasa terlalu terta...